Musim hujan akan tiba secara perlahan.  Dan ketika itu tiba, jahe akan menjadi komoditas utama di pasaran. Dengan jahe, tubuh-tubuh manusia di Indonesia yang kedinginan akan dihangatkan. Dengan jahe, mereka yang masuk angin karena kehujanan akan dipulihkan. Dan dengan jahe pula, kamu bisa mendapatkan pemasukan sampingan bila kamu berhasil budidaya jahe.

Untuk melakukan budidaya jahe terbilang mudah. Hanya saja memerlukan tanah yang subur dan gembur. Jika kamu sudah memiliki tanah yang mendukung tersebut, itu adalah modal yang bagus untuk melanjutkan upaya kamu dalam budidaya jahe. Maka dari itu, untuk mengetahui langkah selanjutnya mungkin kamu harus membaca tulisan ini sampai tuntas.

Di bawah ini kami tuliskan bagaimana cara budidaya jahe yang baik dan benar:

Menyiapkan Jahe

Kamu perlu menyiapkan jahe terlebih dahulu. Kamu bisa membeli jahe segar langsung di pasar, atau membeli bibitnya.

Kedua hal tersebut berpengaruh terhadap langk ah selanjutnya. Jika kamu akan menggunakan bibit jahe langsung, lebih baik menanamnya langsung di tanah atau di lahan gembur. Dan jika kamu membeli jahe segar alangkah baiknya menggunakan pot.

Kedua cara tersebut pula dipengaruhi oleh lahan tersedia. Jika kamu memiliki lahan lebih baik menanamnya langsung di tanah, dan jika tidak memiliki lahan banyak lebih baik menggunakan pot sebagai media tanam,.

 

Merendam Jahe bagi yang menanam di pot, dan menyiapkan lahan bagi yang menanam di tanah

Bagi kamu yang akan menanam di pot, rendamlah jahe semalam penuh. Dan bagi kamu yang menanam tanpa pot, cangkulah tanah sedalam 30 cm dengan lebar sesuai kebutuhan. Setelah mencangkul kemudian buatlah bedengan dengan lebar kira-kira kisaran 1-2 cm.

 

Menyiapkan Pot, Dan Beri Pupuk Kandang

Setelah kamu merendam jahe siapkanlah pot yang berukuran lebar 35 cm dan tinggi 30 cm. lalu masukanlah tanah yang gembur dan suburkan dengan beberapa kompos. Lalu masukanlah jahe ke dalamnya. Pot tersebut akan bisa menampung empat potong jahe. Ingat, tempatkan jahe tersebut secara terpisah atau tiap jahe diberi jarak.

Begitu pula dengan yang menanam di lahan. Setelah lubang yang telah tadi dicangkul tersedia masukanlah pupuk kandang dan bibit jahe. Lalu jangan lupa pula memberi renggang atau jarak antar jahe yang akan ditanam.

 

Penyiraman

Setelah itu semua dilakukan langkah selanjutnya adalah menyiramnya dengan sedikit air. Lalu selalu jaga jahe tersebut agar selalu tetap kering di musim dingin, agar pertumbuhannya sempurna. Bagi yang menanam langsung di tanah, jika tunasnya sudah muncul, tambahkanlah presentase air dari biasanya.

Dan bagi yang menanam di pot, hindari sinar matahari langsung yang menyengat ke arah tanaman jahe.

 

Pertumbuhan

Pertumbuhan jahe tidak  seminggu atau dua minggu lalu matang. Pertumbuhannya membutuhkan waktu 10 sampai 12 bulan. Dalam waktu tersebut jahe biasanya akan menjulang tumbuh dari kisaran 60 cm sampai 120 cm.

 

Panen

Setelah kelihatan jahe tumbuh, segeralah gali tunasnya dan ambil jahe tersebut. Kamu bisa menjualnya atau menggunakannya dalam keperluan sehari-hari.

Tapi hati-hati jahe biasanya dihinggapi oleh berbagai hama yang akan menganggu pertumbuhannya seperti hama ulat penggerek akar, Kepik, lalat, kumbang, kutu daun, Nematode, busuk rimpang, layu bakteri. Hama-hama tersebut haruslah kamu perhatikan, dan kendalikan jika tidak ingin jahe yang kamu tanam mati sebelum matang.

Dan jika kamu ingin melakukan budidaya jahe secara besar-besaran harus extra hati-hati dan waspada karena hama-hama tersebut akan mereportkan.

Ituah cara budidaya jahe, selamat menanam, dan semoga menghasilkan banyak manfaat!